Ketika Papa perjalanan dinas ke Jakarta, ada yang telpon, "Dimana sekarang?" dijawab Papa: "Ibu Kota Republik Indonesia, Jakarta!"
Jakarta, sebagai Ibu kota negara menjadi acuan perkembangan kota-kota lain di indonesia. Insfrastruktur maupun semua perkembangan menuju kemajuan yang positif.
Trasportasi sebagai salah satu sarana denyut nadi kota juga rupanya menjadi acuan bagi kota-kota lain. Busway, dengan jalur yang menjalar ke semua wilayah sehingga mudah dijangkau, murah, aman dan cepat, menjadi pilihan alternatif pilihan untuk perjalanan. Satu lagi, bagi kakak-kakak wanita, ibu-ibu sekarang tidak lagi khawatir naik kendaraan umum ini karena kondektur selalu teriak "Wanita/perempuan kedepan, Laki-laki kebelakang", artinya sudah diusahakan meminimalisasi tindakan pelecehan di angkutan umum. Patut di contoh semua kebaikan yang menjadi atributnya, tapi arogansi (kalo boleh dibilang seperti itu, mengingat punya jalur sendiri, padahal jalan umum yang sejalur macet) perlu dipertimbangkan untuk dihindari.
Kota-kota lain juga sudah meniru konsep Busway, di Jogjakarta, Pekanbaru, dan di Lampung juga ada.
Saran sederhana, kalo mau memakai moda ini buka dulu peta jalur Busway. Kalo belum punya silahkan download Peta Transjakarta disini. Semoga bermanfaat. Tinjauan kekurangan yang ada pada Moda Busway tentu ada saja, tetapi bolehlah kita sayang dengan Busway karena sudah menjadi trobosan yang positif untuk kemajuan...ta.da...!
Minggu, 25 Desember 2011
Langganan:
Komentar (Atom)


